Pencemaran Air
di Sungai Bengawan Solo
Disusun Oleh :
Nama : Dita
Try Oktaviyanti
NIM :
4301411067
Rombel : 3
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
ANGKATAN 2011
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kepada
Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan
laporan makalah dalam rangka memenuhi tugas Ujian Akhir Semester Pengantar
Kimia Lingkungan dengan judul “Pencemaran Air di Sungai Bengawan Solo”.
Penulis juga mengucapkan rasa terima kasih
kepada pihak-pihak yang telah membantu penulis dalam membuat laporan penelitian
ini dengan memotivasi penulis dalam menyusunnya:
1.
Bu Sundari selaku pengampu mata kuliah Pengantar Kimia
Lingkungan.
2.
Orang tua yang telah memberi doa restu dan dukungan baik
secara moral maupun materiil pada penulis.
3.
Pihak-pihak lain yang telah membantu penyusunan makalah yang tidak dapat penulis sebutkan satu-persatu.
Penulisan makalah ini salah satu sarana yang sangat baik sebagai bahan tinjauan kembali mengenai masalah
pencemaran air, sehingga dapat mengetahui dampak dan cara untuk mengatasi
pencemaran tersebut.
Penulis telah berusaha sebaik-baiknya dalam
menyusun makalah ini, tetapi ’tak ada gading yang tak retak’, penulis menyadari
bahwa karya tulis ini jauh dari sempurna. Oleh karena itu, penulis
mengharapkan segala kritik dan saran yang bersifat membangun dari pembaca.
Semarang, 2 Juli 2012
Penulis
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
1.2 Rumusan Masalah
1.3 Tujuan
BAB II PEMBAHASAN
2.1.Peran Air dalam
Kehidupan
2.2.Arti Penting
Air dan Sungai
2.3.Pencemaran Air
2.4. Sumber Pencemaran Air Sungai Bengawan Solo
2.5. Dampak
2.6. Solusi
BAB III PENUTUP
3.1. Kesimpulan
3.2. Saran
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
BAB I
PENDAHULUAN
1.1
Latar Belakang
Perkembangan industri dan
pertambahan jumlah penduduk yang semakin meningkat dari tahun ke tahun, sampah
industri dan sampah domestik yang dihasilkan oleh penduduk mengakibatkan
semakin terbebaninya air, tanah dan udara.
Bagi masyarakat pedesaan sungai adalah sumber air sehari-hari. Sumber
polutan dapat berasal dari mana-mana. Contohnya limbah-limbah industri yang dibuang
dan dialirkan ke sungai, dan semua pada akhirnya akan bermuara ke sungai, pencemaran
polutan air ini dapat merugikan manusia bila manusia mengkonsumsi air yang
tercemar.
Bengawan Solo adalah salahsatu
sungai yang tingkat pencemarannya sangat tinggi, lebih dari 100 industri, baik
industri besar maupun kecil di Daerah Aliran Sungai Bengawan Solo, membuang
limbahnya ke sungai terpanjang (600 kilometer) di Jawa ini. Belum lagi
pengerukan pasir ilegal baik secara tradisional maupun menggunakan mesin
diesel. Dengan begitu permasalahan pencemaran air Sungai Bengawan Solo ini
patut dicari solusi alternatifnya , sebelum pencemaran ini berdampak lebih luas
lagi bagi kehidupan masyarakat luas dan masyarakat sekitar Bengawan Solo pada khususnya.
1.2
Rumusan Masalah
a.
Peran air dalam kehidupan
b.
Arti penting air dan sungai
c.
Apa itu pencemaran air
d.
Apa saja yang menyebabkan pencemaran air Sungai Bengawan Solo
e.
Dampak yang ditimbulkan dari pencemaran air Sungai
Bengawan Solo
f.
Solusi yang dapat membantu mengurangi pencemaran air
Sungai Bengawan Solo
1.3
Tujuan
a.
Mengetahui peran air dalam kehidupan
b.
Mengetahui arti penting air dan sungai
c.
Mengetahui pengertian pencemaran air
d.
Mengetahui penyebab pencemaran air Sungai Bengawan Solo
e.
Mengetahui dampak yang ditimbulkan dari pencemaran air
Sungai Bengawan Solo
f.
Mengetahui solusi yang dapat membantu mengurangi
pencemaran air Sungai Bengawan Solo
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Peran Air dalam Kehidupan
Air merupakan salah satu
kebutuhan pokok yang tidak bisa kita pisahkan dengan kehidupan sehari-hari sebagai
makhluk hidup didunia. Air merupakan bagian yang esensial bagi makhluk hidup
baik hewan, tumbuhan, maupun manusia. Semua makhluk hidup memerlukan air bahkan
tanpa air memungkinkan tidak ada kehidupan. Demikian pula manusia mungkin dapat
hidup selama beberapa hari tanpa makan tetapi tidak akan bertahan hidup selama
beberapa hari tanpa minum, air sangat penting untuk kehidupan bukanlah suatu
yang baru karena telah lama diketahui bahwa tidak satupun kehidupan yang ada
didunia dapat berlangsung terus tanpa tersedianya air yang cukup.
Bagi manusia kebutuhan akan air ini amat mutlak
karena sebenarnya zat pembentuk tubuh manusia sebagian besar terdiri dari air
yang jumlahnya sekitar73% dari bagian tubuh, sehingga untuk
mempertahankan kelangsungan hidupnya manusia berupaya mengadakan
air yang cukup bagi dirinya. Akan tetapi banyak hal air yang dipergunakan tidak
selalu sesuai dengan syarat kesehatan, karena sering ditemui air tersebut
mengandung bibit ataupun zat-zat tertentu yang dapat menimbulkan penyakit yang
justru membahayakan kelangsungan hidup manusia. Padahal dalam menjalankan
fungsi kehidupan sehari-hari manusia amat tergantung pada air, karena air
dipergunakan pula untuk mencuci, membersihkan, mandi, dan lain sebagainya.
Manfaat lain dari air berupa pembangkit tenaga,
irigasi, alat
transportasi, dan lain sebagainya
yang sejenis dengan ini. Semakin maju tingkat
kebudayaan masyarakat maka penggunaan air makin meningkat.
2.2 Arti Penting
Air dan Sungai
Air adalah zat, materi atau unsur yang
penting bagi semua bentuk kehidupan yang diketahui sampai saat ini di bumi,
tetapi tidak di planet lain. Air menutupi hampir 71% permukaan bumi, terdapat
1,4 triliun kubik (330 juta mil³) tersedia di bumi.
Air adalah sarana utama untuk meningkatkan derajat
kesehatan masyarakat karena air merupakan media penularan penyakit. Air
merupakan hal pokok bagi konsumsi dan sanitasi umat manusia, untuk produksi
barang industri, serta untuk produksi makanan dan kain, air juga merupakan salah satu sumber daya alam yang sangat
berharga, tanpa air
tidak mungkin ada kehidupan di muka bumi ini.
Sungai adalah sumber air yang sangat penting fungsinya,
sungai mengalirkan air dari daerah aliran sungai (DAS) ke laut. Sungai sebagai
tempat berlangsungnya siklus hidrologi, mengangkut endapan hasil erosi dan
polutan, juga berperan serta dalam kelangsungan siklus erosi itu sendiri. Dua
peran sungai ini mempengaruhi keseimbangan ekosistem daerah aliran sungai (DAS).
Manfaat terbesar sungai adalah sebagai bahan baku air
minum, sebagai saluran pembuangan air hujan dan air limbah, sebagai sarana
irigasi pertanian , dan bahkan dijadikan sebagai objek wisata.
2.3 Pencemaran Air
Dalam PP No. 20/1990 tentang Pengendalian
Pencemaran Air, pencemaran air didefinisikan sebagai : Pencemaran air adalah
masuknya atau dimasukkannya mahluk hidup, zat, energi dan atau komponen lain ke
dalam air oleh kegiaan manusia sehingga kualitas air turun sampai ke tingkat
tertentu yang menyebabkan air tidak berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya.
Indikator atau tanda
bahwa air telah tercemar adalah adanya perubahan atau tanda-tanda yang dapat diamati:
-
Pengamatan
secara fisis, yaitu pengamatan pencemaran air berdasarkan tingkat kejernihan
air (kekeruhan), perubahan suhu, warna dan adanya perubahan warna, bau dan rasa
-
Pengamatan
secara kimiawi, yaitu pengamatan pencemaran air berdasarkan zat kimia yang
terlarut, perubahan pH
-
Pengamatan
secara biologis, yaitu pengamatan pencemaran air berdasarkan mikroorganisme
yang ada dalam air, terutama ada tidaknya bakteri pathogen.
Indikator yang umum diketahui pada pemeriksaan
pencemaran air adalah pH atau konsentrasi ion hydrogen, oksigen terlarut (Dissolved Oxygen, DO), kebutuhan oksigen
biokimia (Biochemiycal Oxygen Demand,
BOD) serta kebutuhan oksigen kimiawi (Chemical
Oxygen Demand, COD).
2.4 Sumber Pencemaran Air Sungai
Bengawan Solo
Sungai Bengawan Solo terbagi atas 23 Sub
DAS yaitu : Sub DAS Keduang, Sub DAS Wiroko, Sub DAS Solo Hulu, Sub DAS
Wuryantoro, Sub DAS Temon, Sub DAS Kalikatir, Sub DAS Jlantah, Sub DAS Samin,
Sub DAS Dengkeng, Sub DAS Pepe, Sub DAS Brambang, Sub DAS Langkap, Sub DAS
Siliwur, Sub DAS Premulung, Sub DAS Jenes, Sub DAS Samin, Sub DAS Grompol, Sub
DAS Mungkung, Sub DAS Walikan, Sub DAS Kenatan, Sub DAS Padas, Sub DAS
Kedungdowo dan DAS Bengawan Solo (Hilir).
Ø
Sumber
Pencemar (non point sources)
Beban Pencemaran dihitung secara cepat
dengan menggunakan rujukan dari World Healt Organization (WHO). Beban
pencemaran adalah jumlah suatu unsur
pencemar yang terkandung dalam air atau
limbah. Perhitungan beban pencemaran dilakukan di beberapa Sub DAS yang
mengalir ke DAS Bengawan Solo Segment Jawa Tengah terhadap kegiatan atau usaha
skala kecil (rumah tangga) yaitu peternakan, permukiman, pertanian, dan
Industri kecil dengan hasil sebagai berikut :
a.
Peternakan
Jenis peternakan terdiri dari ternak sapi, babi, itik dan ayam
No.
|
Nama Sub DAS
|
Lokasi
|
Jumlah
(ekor)
|
Beban Pencemaran (kg/hr)
|
|
|
|
|
|
BOD
|
COD
|
1.
|
Keduang
|
Wonogiri
|
4.079
|
344,27
|
688,52
|
2.
|
Wiroko
|
Wonogiri
|
29
|
19,86
|
809,59
|
3.
|
Alang
Ngunggahan
|
Wonogiri
|
293
|
200,68
|
401,37
|
4.
|
Solo
Hulu
|
Wonogiri
|
1.239
|
455,33
|
901,68
|
5.
|
DAS
Bengawan Solo
|
Wonogiri
|
1.239
|
44,85
|
89,70
|
6.
|
Jlantah
|
Sukoharjo
|
133.741
|
3.070,78
|
6.141,52
|
7.
|
Samin
|
Sukoharjo
|
44.926
|
861,89
|
1.723,76
|
8.
|
Dengkeng
|
Sukoharjo
|
290
|
198,65
|
397,30
|
9.
|
Pepe
(hulu)
|
Sukoharjo
|
94.569
|
1.185,54
|
2.371,04
|
10.
|
Brambang
|
Sukoharjo
|
57.865
|
626,50
|
1.384,57
|
11.
|
Langkap
|
Sukoharjo
|
1.082
|
687,15
|
1.374,29
|
12.
|
Siluwur
|
Sukoharjo
|
344
|
224.71
|
449,43
|
13.
|
Samin
|
Karanganyar
|
261.970
|
10.563,13
|
21.126,26
|
14.
|
Grompol
(hulu)
|
Karanganyar
|
26.360
|
7.133,03
|
14.266,06
|
15.
|
Mungkung
(hulu)
|
Karanganyar
|
116.650
|
3.316,65
|
6.633,30
|
16.
|
Walikan
|
Karanganyar
|
8.296
|
5.682,76
|
11.365,52
|
17.
|
Grompol
(hilir)
|
Sragen
|
514.324
|
6.922,52
|
13.845,05
|
18.
|
Mungkung
(hilir)
|
Sragen
|
515.206
|
10.583,76
|
21.168,00
|
19.
|
Kenatan
|
Sragen
|
169.746
|
5.120,46
|
10.240,92
|
20.
|
Padas
|
Sragen
|
405.410
|
9.059,47
|
18.119,94
|
21.
|
Kedungdowo
|
Sragen
|
163.591
|
2.368,78
|
4.737,57
|
22.
|
DAS
Bengawan Solo
|
Blora
|
120.000
|
360
|
720
|
|
Jumlah
|
|
1.766.083
|
69.030,77
|
138.955,39
|
b. Pertanian
Kegiatan pertanian cukup berpotensi sebagai
pencemar, penggunaan pestisida dan pupuk kimia menyebabkan eutrofikasi lingkungan perairan.
Luas lahan pertanian di wilayah DAS Bengawan Solo adalah 605.174 ha. Sebagian
besar berlokasi di Karanganyar, Sukoharjo dan Sragen. SubDAS yang berpotensi
terjadi pencemaran limbah pertanian adalah SubDAS Grompol, Mungkung, Kenatan,
Keduang dan Jlantah. Penggunaan pupuk kimia secara berlebihan akan mencemari
lingkungan, pencamar utamanya adalah As, Hg, Sulfida dan Amonia. Pestisida
kimia sumber pencemar utamanya adalah As, Pb, Hg, Cu, Zn dan pH logam berat
tersebut masuk kategori limbah bahan berbahaya dan beracun (LB3).
No.
|
Nama
Sub DAS
|
Lokasi
|
Luas
(hektar)
|
Beban
Pencemaran (kg/hr)
|
|
|
|
|
|
BOD
|
COD
|
1.
|
Keduang
|
Wonogiri
|
10.756
|
752,92
|
1.129,38
|
2.
|
Wiroko
|
Wonogiri
|
4.079
|
285,53
|
428,30
|
3.
|
Solo Hulu
|
Wonogiri
|
1.613
|
112,91
|
169,37
|
4.
|
Temon
|
Wonogiri
|
2.703
|
189,21
|
283,82
|
5.
|
Kalikatir
|
Wonogiri
|
4.209
|
294,63
|
441,95
|
6.
|
Jlantah
|
Sukoharjo
|
7.613
|
532,91
|
799,37
|
7.
|
Samin
|
Sukoharjo
|
4.810
|
336,70
|
505,05
|
8.
|
Dengkeng
|
Sukoharjo
|
1.117
|
78,19
|
117,29
|
9.
|
Pepe (hulu)
|
Sukoharjo
|
1.522
|
106,54
|
159,82
|
10.
|
Brambang
|
Sukoharjo
|
2.551
|
178,57
|
267,86
|
11.
|
Langkap
|
Sukoharjo
|
1.632
|
114,24
|
171,36
|
12.
|
Siluwur
|
Sukoharjo
|
1.866
|
130,62
|
195,93
|
13.
|
Pepe (hilir)
|
Surakarta
|
49
|
3,43
|
5,15
|
14.
|
Samin
|
Karanganyar
|
6.155
|
430,85
|
646,28
|
15.
|
Grompol (hulu)
|
Karanganyar
|
11.261
|
788,27
|
1.182,41
|
16.
|
Mungkung (hulu)
|
Karanganyar
|
7.167
|
480,41
|
720,62
|
17.
|
Walikan
|
Karanganyar
|
3.817
|
267,19
|
400,79
|
18.
|
Grompol (hilir)
|
Sragen
|
5.855
|
409,85
|
614,78
|
19.
|
Mungkung (hilir)
|
Sragen
|
515.206
|
10.583,76
|
21.168
|
20.
|
Kenatan
|
Sragen
|
4.709
|
329,63
|
494,45
|
21.
|
Padas
|
Sragen
|
6.484
|
453,88
|
680,82
|
|
Jumlah
|
|
605.174
|
16.860,24
|
30,582.80
|
c. Permukiman
Sumber limbah domestic adalah seluruh
buangan yang berasal dari kegiatan permukiman meliputi buangan kamar mandi,
dapur air bekas cucian dan toilet. Rata-rata konsentrasi BOD sebesar 353,43
mg/lt dan COD sebesar 615,01 mg/lt. Sebagian besar daerah belum memilki sarana
pengolahan limbah domestic, meskipun sudah ada paling hanya mampu melayani 3-4%
dari total penduduk, sisanya terbuang ke lingkungan, hal yang menyebabkan
lingkungan semakin menurun kualitasnya.
No.
|
Nama SubDAS
|
Lokasi
|
Jumlah
(unit)
|
Beban Pencemaran (kg/hr)
|
|
|
|
|
|
BOD
|
COD
|
1.
|
Keduang
|
Wonogiri
|
494.948
|
2.320,08
|
5.800,18
|
2.
|
Wiroko
|
Wonogiri
|
188.763
|
884,83
|
2.212,07
|
3.
|
Alang
Ngunggahan
|
Wonogiri
|
145.134
|
680,32
|
1.700,79
|
4.
|
Solo
Hulu
|
Wonogiri
|
73.647
|
345,22
|
863,05
|
5.
|
Wuryantoro
|
Wonogiri
|
75.499
|
353,90
|
884,75
|
6.
|
Temon
|
Wonogiri
|
55.680
|
261,00
|
652,50
|
7.
|
Kalikatir
|
Wonogiri
|
57.558
|
269,80
|
674,51
|
8.
|
DAS
Bengawan Solo
|
Wonogiri
|
89.885
|
505,60
|
1.264,01
|
9.
|
Jlantah
|
Sukoharjo
|
213.111
|
1.231,14
|
3.077,85
|
10.
|
Samin
|
Sukoharjo
|
151.685
|
711,03
|
1.777,56
|
11.
|
Dengkeng
|
Sukoharjo
|
53.544
|
250,99
|
627,47
|
12.
|
Pepe
(hulu)
|
Sukoharjo
|
188.138
|
1.411,03
|
3.527,59
|
13.
|
Brambang
|
Sukoharjo
|
99.507
|
612,29
|
1.530,73
|
14.
|
Langkap
|
Sukoharjo
|
58.151
|
272,58
|
681,46
|
15.
|
Siluwur
|
Sukoharjo
|
66.565
|
312,02
|
780,06
|
16.
|
Pepe
(hilir)
|
Surakarta
|
304.536
|
2.622,05
|
6.555,14
|
17.
|
Premulung
|
Surakarta
|
172.876
|
1.488,46
|
3.721,16
|
18.
|
Jenes
|
Surakarta
|
87.508
|
753,44
|
1.883,61
|
19.
|
Samin
|
Karanganyar
|
211.308
|
990,51
|
2.476,27
|
20.
|
Grompol
(hulu)
|
Karanganyar
|
139.595
|
1.046,96
|
2.617,41
|
21.
|
Mungkung
(hulu)
|
Karanganyar
|
109.692
|
514,18
|
1.285,45
|
22.
|
Walikan
|
Karanganyar
|
223.746
|
1.048,81
|
2.622,02
|
23.
|
Grompol
(hilir)
|
Sragen
|
120.069
|
744.58
|
1.861,46
|
24.
|
Mungkung
(hilir)
|
Sragen
|
186.823
|
875,73
|
2.189,33
|
25.
|
Kenatan
|
Sragen
|
80.192
|
375,90
|
939,75
|
26.
|
Padas
|
Sragen
|
131.445
|
616,15
|
1.540,37
|
27.
|
Kedungdowo
|
Sragen
|
64.936
|
487,02
|
1.217,55
|
28.
|
DAS
Bengawan Solo
|
Blora
|
846.310
|
4.429,78
|
11.074,45
|
|
Jumlah
|
|
3.051.043,
|
26,415.40
|
66,038.55
|
d.
Industri Kecil
Jenis industri
skala kecil (rumah tangga) terdiri dari industri tahu, industri batik,
industri tenun, industri alkohol.
No.
|
Nama SubDAS
|
Lokasi
|
Jumlah (unit)
|
Beban Pencemaran (kg/hr)
|
|
|
|
|
|
BOD
|
COD
|
1.
|
Keduang
|
Wonogiri
|
194
|
0,26
|
0,53
|
2.
|
DAS
Bengawan Solo
|
Wonogiri
|
19
|
0,08
|
0,15
|
3.
|
Samin
|
Skh
– Kra
|
194
|
115,03
|
230,05
|
4.
|
Premulung
|
Surakarta
|
35
|
14,88
|
29,75
|
5.
|
Kedongdowo
|
Sragen
|
196
|
0,27
|
0,54
|
|
Jumlah
|
|
638
|
130.52
|
261.02
|
Ø Pengertian BOD dan COD
Ñ
BOD
Dekomposisi bahan organik terdiri atas 2
tahap, yaitu terurainya bahan organik menjadi anorganik dan bahan anorganik
yang tidak stabil berubah menjadi bahan anorganik yang stabil, misalnya ammonia
mengalami oksidasi menjadi nitrit atau nitrat (nitrifikasi). Pada penentuan
nilai BOD, hanya dekomposisi tahap pertama ynag berperan, sedangkan oksidasi
bahan anorganik (nitrifikasi) dianggap sebagai zat pengganggu.
Dengan demikian, BOD adalah banyaknya
oksigen yang dibutuhkan oleh mikroorganisme dalam lingkungan air untuk memecah
(mendegradasi) bahan buangan organik yang ada dalam air menjadi karbondioksida
dan air. Pada dasarnya, proses oksidasi bahan organik berlangsung cukup lama.
Menurut Sawyer dan McCarty, 1978 (Effendi, 2003) proses penguraian bahan
buangan organik melalui proses oksidasi oleh mikroorganisme atau oleh bakteri
aerobik adalah :
CnHaObNc + (n
+ a/4 – b/2 – 3c/4) O2 → n CO2 + (a/2
– 3c/2) H2O + c NH3
bahan organik oksigen bakteri aerob
Jumlah mikroorganisme dalam air lingkungan
tergantung pada tingkat kebersihan air. Air yang bersih relativ mengandung mikroorganisme
lebih sedikit dibandingkan yang tercemar. Air yang telah tercemar oleh bahan
buangan yang bersifat antiseptik atau bersifat racun, seperti fenol, kreolin,
detergen, asam cianida, insektisida dan sebagainya, jumlah mikroorganismenya
juga relativ sedikit. Sehingga makin besar kadar BOD nya, maka merupakan
indikasi bahwa perairan tersebut telah tercemar.
Ñ COD
COD adalah jumlah oksigen yang diperlukan agar
bahan buangan yang ada dalam air dapat teroksidasi melalui reaksi kimia baik
yang dapat didegradasi secara biologis maupun yang sukar didegradasi. Bahan
buangan organik tersebut akan dioksidasi oleh kalium bichromat yang digunakan
sebagai sumber oksigen (oxidizing agent)
menjadi gas CO2 dan gas H2O serta sejumlah ion chrom.
Reaksinya sebagai berikut :
HaHbOc
+ Cr2O7 2-
+
H + →
CO2 + H2O + Cr 3+
Seperti pada BOD, perairan dengan nilai COD
tinggi tidak diinginkan bagi kepentingan perikanan dan pertanian. Nilai COD
pada perairan yang tidak tercemar biasanya kurang dari 20 mg/L, sedangkan pada
perairan tercemar dapat lebih dari 200 mg/L dan pada limbah industri dapat
mencapai 60.000 mg/L (UNESCO,WHO/UNEP, 1992).
2.5 Dampak
a) Dari Limbah Peternakan
Limbah ternak
masih mengandung nutrisi atau zat padat yang potensial untuk mendorong
kehidupan jasad renik yang dapat menimbulkan pencemaran. limbah peternakan
sering mencemari lingkungan secara biologis yaitu sebagai media untuk
berkembang biaknya lalat. Kandungan air manure antara 27-86 % merupakan media
yang paling baik untuk pertumbuhan dan perkembangan larva lalat, sementara
kandungan air manure 65-85 % merupakan media yang optimal untuk bertelur lalat.
Senyawa
nitrogen yang terkandung dalam kotoran ternak adalah sumber polutan yang
mempunyai efek polusi yang spesifik, dimana kehadirannya dapat menimbulkan
konsekuensi penurunan kualitas perairan sebagai akibat terjadinya proses eutrofikasi,
penurunan konsentrasi oksigen terlarut sebagai hasil proses nitrifikasi yang
terjadi di dalam air yang dapat mengakibatkan terganggunya kehidupan biota air.
Tinja dan urine dari hewan yang tertular dapat sebagai sarana penularan
penyakit, misalnya saja penyakit anthrax melalui kulit manusia yang terluka
atau tergores. Spora anthrax dapat tersebar melalui darah atau daging yang
belum dimasak yang mengandung spora.
b) Dari Limbah Pertanian
Pupuk dan pestisida biasa digunakan para
petani untuk merawat tanamannya. Namun pemakaian pupuk dan pestisida yang
berlebihan dapat mencemari air. Limbah pupuk mengandung fosfat yang dapat
merangsang pertumbuhan gulma air seperti ganggang dan eceng gondok. Pertumbuhan
gulma air yang tidak terkendali ini menimbulkan dampak seperti yang diakibatkan
pencemaran oleh deterjen.
Limbah pestisida mempunyai aktifitas dalam
jangka waktu yang lama dan ketika terbawa aliran air keluar dari daerah
pertanian, dapat mematikan hewan yang bukan sasaran seperti ikan, udang dan
hewan air lainnya. Pestisida mempunyai sifat relatif tidak larut dalam
air,tetapi mudah larut dan cenderung konsentrasinya meningkat dalam lemak dan
sel-sel tubuh mahluk hidup disebut Biological Amplification, sehingga apabila
masuk dalam rantai makanan konsentrasinya makin tinggi dan yang tertinggi
adalah pada konsumen puncak. Contohnya ketika di dalam tubuh ikan kadarnya 6
ppm, di dalam
tubuh burung pemakan ikan kadarnya naik menjadi 100 ppm dan akan meningkat
terus sampai konsumen puncak.
c) Dari Limbah
Pemukiman
Limbah
pemukiman mengandung limbah domestik berupa sampah organik dan sampah anorganik
serta deterjen. Sampah organik adalah sampah yang dapat diuraikan atau
dibusukkan oleh bakteri. Contohnya sisa-sisa sayuran, buah-buahan, dan
daun-daunan. Sedangkan sampah anorganik seperti kertas, plastik, gelas atau
kaca, kain, kayu-kayuan, logam, karet, dan kulit. Sampah-sampah ini tidak dapat
diuraikan oleh bakteri (non biodegrable). Sampah organik yang dibuang ke sungai
menyebabkan berkurangnya jumlah oksigen terlarut, karena sebagian
besar digunakan bakteri untuk proses pembusukannya. Apabila sampah
anorganik yang dibuang kesungai, cahaya matahari dapat terhalang dan menghambat
proses fotosintesis dari tumbuhan air dan alga, yang menghasilkan oksigen.
Deterjen merupakan limbah pemukiman yang
paling potensial mencemari air. Pada saat ini hampir setiap rumah tangga
menggunakan deterjen, padahal limbah deterjen sangat sukar diuraikan oleh
bakteri.Sehingga tetap aktif untuk jangka waktu yang lama. Penggunaan deterjen
secara besar- besaran juga meningkatkan senyawa fosfat pada air sungai
atau danau. Fosfat ini merangsang pertumbuhan ganggang dan eceng gondok.
Pertumbuhan ganggang dan eceng gondok yang tidak terkendali menyebabkan
permukaan air danau atau sungai tertutup sehingga menghalangi masuknya cahaya
matahari dan mengakibatkan terhambatnya proses fotosintesis.Jika tumbuhan air
ini mati, akan terjadi proses pembusukan yang menghabiskan persediaan oksigen
dan pengendapan bahan-bahan yang menyebabkan pendangkalan.
d) Dari Industri Kecil

Limbah
industri tahu adalah limbah yang dihasilkan dalam proses pembuatan tahu maupun
pada saat pencucian kedelai. Limbah yang dihasilkan berupa limbah padat dan
cair. Limbah padat belum dirasakan dampaknya terhadap lingkungan karena dapat
dimanfaatkan untuk makanan ternak, tetapi limbah cair akan mengakibatkan bau
busuk dan bila dibuang langsung ke sungai akan menyebabkan tercemarnya sungai.
Limbah
cair yang dihasilkan mengandung padatan tersuspensi maupun terlarut, akan
mengalami perubahan fisika, kimia, dan hayati yang akan menghasilkan zat
beracun atau menciptakan media untuk tumbuhnya kuman dimana kuman ini dapat
berupa kuman penyakit atau kuman lainnya yang merugikan baik pada tahu sendiri
ataupun tubuh manusia. Bila dibiarkan dalam air limbah akan berubah warnanya
menjadi coklat kehitaman dan berbau busuk. Bau busuk ini akan mengakibatkan
sakit pernapasan. Apabila limbah ini dialirkan ke sungai maka akan mencemari
sungai dan bila masih digunakan maka akan menimbulkan penyakit gatal, diare,
dan penyakit lainnya.

Salah
satu sumber limbah adalah industri batik
rumahan. Limbah batik mengandung B3, termasuk warna, BOD, COD itu memang tinggi
sekali dibanding limbah rumah sakit. Pencemaran limbah batik berasal dari
penggunaan zat kimia sebagai pewarna.

Pencemaran
lingkungan akibat industri tekstil adalah berupa pencemaran debu yang
dihasilkan dari penggunaan mesin berkecepatan tinggi dan limbah cair yang berasal dari
tumpahan dan air cucian tempat pencelupan larutan kanji dan proses pewarnaan.
Zat warna tekstil merupakan gabungan dari senyawa organik tidak jenuh,
kromofor, dan auksokrom sebagai pengaktif kerja kromofor dan pengikat antara
warna dengan serat. Kandungan limbah yang dihasilkan dari proses pewarnaan
tergantung pada pewarna yang digunakan. Limbah-limbah yang dihasilkan oleh
suatu industri akan dialirkan ke kolam-kolam penampungan dan selanjutnya
dibuang ke sungai. Limbah tekstil merupakan limbah yang dihasilkan dalam proses
pengkanjian, penghilangan kanji, penggelantangan, pemasakan, merserisasi,
pewarnaan, pencetakan dan proses penyempurnaan.

Industri kimia
seperti alkohol dalam proses pembuatannya membutuhkan air sangat besar,
mengakibatkan pula besarnya limbah cair yang dikeluarkan kelingkungan
sekitarnya. Air limbahnya bersifat mencemari karena didalamnya terkandung
mikroorganisme, senyawa organik dan anorganik baik terlarut maupun
tersuspensi serta senyawa tambahan yang terbentuk selama proses fermentasi
berlangsung.
Industri ini
mempunyai limbah cair selain dari proses produksinya juga, air sisa pencucian
peralatan, limbah padat berupa onggokan hasil perasan, endapan Ca SO₄, gas
berupa uap alkohol. kategori limbah industri ini adalah limbah bahan beracun berbahaya (B3) yang
mencemari air dan udara.
Dari berbagai macam polutan yang ditimbulkan dari mulai limbah pertanian,
peternakan, pemukiman dan industri kecil tak khayal air sungai Bengawan Solo
mengandung berbagai macam bakteri dan virus yang kemudian akan menimbulkan
berbagai penyakit bagi manusia, terutama bagi warga sekitar sungai Bengawan
Solo, berikut ini disajikan tabel virus atau bakteri dan penyakit yang
ditimbulkannya.
Tabel : Beberapa Penyakit Bawaan Air dan
Agennya
Agen
|
Penyakit
|
Virus
|
|
Rotavirus
|
Diare pada anak
|
Virus Hepatitis A
|
Hepatitis A
|
Virus Poliomyelitis
|
Polio (myelitis anterior acuta)
|
Bakteri
|
|
Vibrio cholerae
|
Cholera
|
Escherichia Coli
|
Diare/Dysenterie
|
Enteropatogenik
|
|
Salmonella typhi
|
Typhus abdominalis
|
Salmonella paratyphi
|
Paratyphus
|
Shigella dysenteriae
|
Dysenterie
|
Protozoa
|
|
Entamuba histolytica
|
Dysentrie amoeba
|
Balantidia coli
|
Balantidiasis
|
Giarda lamblia
|
Giardiasis
|
Metazoa
|
|
Ascaris lumbricoides
|
Ascariasis
|
Clonorchis sinensis
|
Clonorchiasis
|
Diphyllobothrium latum
|
Diphylobothriasis
|
Taenia saginata/solium
|
Taeniasis
|
Schistosoma
|
Schistosomiasis
|
Sumber : KLH, 2004
Dampak terhadap kehidupan biota air,
banyaknya
zat pencemaran pada air limbah akan menyebabkan menurunnya kadar oksigen
terlarut dalam air tersebut. Sehingga mengakibatkan kehidupan dalam air
membutuhkan oksigen terganggu serta mengurangi perkembangannya.
Akibat matinya bakteri-bakteri, maka proses penjernihan air secara
alamiah yang seharusnya terjadi pada air limbah juga terhambat. Dengan air
limbah yang sulit terurai. Panas dari industri juga akan membawa dampak bagi
kematian organisme, apabila air limbah tidak didinginkan terlebih dahulu.
2.6 Solusi
Bagi pengusaha ternak
limbah peternakan dapat
dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, apalagi limbah tersebut dapat
diperbaharui (renewable) selama ada ternak. Limbah ternak masih
mengandung nutrisi atau zat padat yang potensial untuk dimanfaatkan. Limbah
ternak kaya akan nutrient (zat makanan) seperti protein, lemak, bahan ekstrak
tanpa nitrogen (BETN), vitamin, mineral, mikroba atau biota, dan zat-zat yang
lain (unidentified subtances).
Pemanfaatan limbah industri ternak diantaranya : Pemanfaatan Untuk Pakan dan Media Cacing
Tanah, Pemanfaatan Sebagai Pupuk Organik, Pemanfaatan Untuk Gasbio, ataupun
sebagai bahan bakar dengan mengubahnya
menjadi briket.
Bagi para petani yang
menggunakan pestisida untuk tanamannya diharapkan menggunakan dengan seefisien
mungkin atau dengan katalain tidak berlebihan, karena sisa pestisida tersebut
akan mencemari air tanah lingkungan pertanian tersebut.
Menangani Limbah Pemukiman perlu kesadaran dari semua lapisan masyarakat
untuk berlaku bijak dengan limbah rumah tangga yang dihasilkannya.
Pengelolaan sampah,
perubahan gaya hidup dan pola pikir tentang sampah, melakukan 4R
Reduce (pengurangan
sampah), Reuse (menggunakan kembali). metode daur ulang dan Replace (mengganti),
serta tidak membuang sampah terutama di sungai. Sampah padat dari rumah tangga berupa
plastik atau serat sintetis yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme
dipisahkan, kemudian diolah menjadi bahan lain yang berguna, misalnya dapat
diolah menjadi keset.
Sampah
organik yang dapat diuraikan oleh mikroorganisme dikubur dalam lubang tanah,
kemudian kalau sudah membusuk dapat digunakan sebagai pupuk.. Dan semua itu hanya bisa diwujudkan dengan sebuah
tindakan kecil sebagai awalan dan dimulai dari diri sendiri.
Bagi seluruh
warga masyarakat diharapkan dapat memilah-milah sampah organik dan anorganik,
agar lebih mudah dalam mengolah sampah tersebut menjadi barang daur ulang yang
bermanfaat .
Limbah
industri sebelum dibuang ke tempat pembuangan, dialirkan ke sungai atau selokan
hendaknya dikumpulkan di suatu tempat yang disediakan, kemudian diolah atau
dinetralisir kandungan berbahayanya agar
bila terpaksa harus dibuang ke sungai tidak menyebabkan terjadinya pencemaran
air. Bahkan kalau dapat setelah diolah tidak dibuang ke sungai melainkan dapat
digunakan lagi untuk keperluan industri sendiri.
Berikut
ini adalah contoh alat penjernih air skala kecil yang sekiranya dapat dibuat
oleh masyarakat :
Instalasi
penjernihan air atau rangkaian peralatan penjernihan air bisa kita buat dalam
skala kecil, khusus untuk kebutuhan satu rumah tangga saja.. Namun tidak
tertutup kemungkinan kapasitas peralatan ini diperbesar lagi dengan berbagai modifikasi.
Air keruh atau kotor yang berasal dari danau atau sungai dan belum tercemar
oleh limbah industri, khusus logam berat dan zat beracun (Toksik) dapat
diproses menjadi air jernih dan siap untuk dikonsumsi. Air ditampung dalam bak
penampungan dengan terlebih dahulu melewati saringan agar kotoran-kotoran
berupa ranting,daun, dan sampah tidak terikut, kedalam bak penampungan tersebut
ditambah kaporit 0,01 permil ( 10mg/liter air ), Tawas 0,10 permil (
100mg/liter air) dan batu kapur 100 mg/liter air. Tawas atau alumunium sulfat
mempunyai daya pengikat koloid, partikel-partikel kotoran sehingga mengelompok
dan cepat mengendap, sedangkan kaporit, ( kalsium hipochlorit ) dan kapur
berfungsi sebagai desinfektan atau pem,berantas kuman.
Air dari
bak penampung, setelah mengalami proses pengendapan selama 6 jam., dialirkan
kedalam bak penyaring, dalam bak penyaring ini, air mengalami lima tahap
penyarigan yang terdiri dari saringan pasir, kerikil, ijuk, arang, dan bata,
kemudian iju lagi. Air yang menetes keluar dari bak penyaring ditampung dalam
suatu tempat. selanjutnya ssipa digunakan, sebagai air konsumsi untuk minum dan
memasak. Khusus untuk air minum harus ddimasak terlebih dahulu hingga mendidih
dengan suhu 100 derajat celcius ( pada tekanan udara normal 1 Atm).
BAB III
PENUTUP
3.1 KESIMPULAN
ü Pencemaran air adalah masuknya atau
dimasukkannya mahluk hidup, zat, energi dan atau komponen lain ke dalam air
oleh kegiaan manusia sehingga kualitas air turun sampai ke tingkat tertentu yang
menyebabkan air tidak berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya.
ü Sumber pencemaran sungai Bengawan
Solo diantaranya adalah limbah dari peternakan, pertanian, pemukiman, dan
industry kecil seperti industri batik yang cukup banyak terdapat di daerah Solo.
ü Dari sumber pencemaran air sungai
Bengawan Solo diatas dapat menimbulkan berbagai kerugian khususnya bagi
masyarakat yang mengkonsumsi air dari sungai tersebut.
ü Pencemaran Sungai Bengawan Solo dapat
diminimalisir, tentunya dengan kesadaran dari warga, pemerintah, maupun pemilik
industri kecil atau besar untuk menjaga lingkungan kita bersama.
3.2 SARAN
Demi menjaga
sungai Bengawan Solo oleh limbah yang berbahaya perlu kesadaran dari semua
pihak, tanggung jawab dari berbagai elemen sangat diperlukan bagi kelangsungan
hidup manusia maupun biota yang berada di air sungai Bengawan Solo.
DAFTAR PUSTAKA
http://LPTP.
Diakses pada tanggal
28 Juni 2012
http://AnneAhira.blogger.html
Mantini, Sri.
2009. Pengantar Kimia Lingkungan.
Semarang: UNNES
http://solopos.com.html
1 komentar:
Menjual berbagai macam jenis Chemical untuk cooling tower, chiller, Boiler,evapko, STP,wwtp bakteri, dan nutrisi untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi kami di email tommy.transcal@gmail.com terima kasih
WhatsApp :081310849918
Posting Komentar